Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP)emiten rokok pemilik pangsa pasar terbesar di Indonesia, mencatatkan peningkatan margin laba bersih sebesar 46 basis poin menjadi 15,26% pada 2011 dibandingkan margin laba bersih 2010 sebesar 14,80%.
Peningkatan margin profitabilitas hanya terjadi pada margin laba bersih sementara margin laba kotor dan margin laba usaha relatif stagnan di 2011.
Laba bersih perseroan sepanjang 2011 tercatat naik 25,56% menjadi Rp 8,06 triliun,dibandingkan perolehan laba bersih di 2010 sebesar Rp 6,42 triliun. Kenaikan laba bersih didorong peningkatan penjualan serta penghasilan lain-lain.
Sampoerna membukukan penjualan di 2011 sebesar Rp 52,8 triliun naik 21,8% dibanding 2010. Penjualan di 2010 mencapai Rp 43,3 triliun.
Penghasilan lain-lain diperoleh dari penjualan merek dagang di Malaysia Perseroan telah merestrukturisasi kegiatan usaha produksi rokok di Malaysia melalui Sampoerna Joo Lan Sdn Bhd seiring dengan diberlakukannya perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA).
Sampoerna mencatatkan pertumbuhan penghasilan lain-lain yang cukup signifikan menjadi Rp 385 miliar di 2011 dibandingkan 2010 yang hanya Rp 30,41 miliar.
Kenaikan margin laba bersih perseroan di 2011 tidak didukung peningkatan margin laba kotor dan margin laba usaha.Margin laba kotor Sampoerna di 2011 berada di level 29,17%, stagnan dibanding 2010.Demikian juga dengan margin laba usaha pada tahun lalu yang stagnan di posisi 20,08%.
Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP)emiten rokok pemilik pangsa pasar terbesar di Indonesia, mencatatkan peningkatan margin laba bersih sebesar 46 basis poin menjadi 15,26% pada 2011 dibandingkan margin laba bersih 2010 sebesar 14,80%.
Peningkatan margin profitabilitas hanya terjadi pada margin laba bersih sementara margin laba kotor dan margin laba usaha relatif stagnan di 2011.
Laba bersih perseroan sepanjang 2011 tercatat naik 25,56% menjadi Rp 8,06 triliun,dibandingkan perolehan laba bersih di 2010 sebesar Rp 6,42 triliun. Kenaikan laba bersih didorong peningkatan penjualan serta penghasilan lain-lain.
Sampoerna membukukan penjualan di 2011 sebesar Rp 52,8 triliun naik 21,8% dibanding 2010. Penjualan di 2010 mencapai Rp 43,3 triliun.
Penghasilan lain-lain diperoleh dari penjualan merek dagang di Malaysia Perseroan telah merestrukturisasi kegiatan usaha produksi rokok di Malaysia melalui Sampoerna Joo Lan Sdn Bhd seiring dengan diberlakukannya perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA).
Sampoerna mencatatkan pertumbuhan penghasilan lain-lain yang cukup signifikan menjadi Rp 385 miliar di 2011 dibandingkan 2010 yang hanya Rp 30,41 miliar.
Kenaikan margin laba bersih perseroan di 2011 tidak didukung peningkatan margin laba kotor dan margin laba usaha.Margin laba kotor Sampoerna di 2011 berada di level 29,17%, stagnan dibanding 2010.Demikian juga dengan margin laba usaha pada tahun lalu yang stagnan di posisi 20,08%.











